Permainan kreatif berbasis Literasi

    Anggunpaud - Dunia anak adalah dunia bermain. Dengan bermain, anak – anak menggunakan otot tubuhnya, menstimulasi indra tubuh, mengeksplorasi dunia sekitar, dan menemukan seperti apa dunia ini dan diri mereka sendiri. Lewat bermain, anak–anak akan mempelajari dan menemukan hal-hal baru, kapan harus menggunakan keahlian tersebut, serta memuaskan apa yang menjadi kebutuhannya.

    Lewat bermain pun, fisik anak akan terlatih, kemampuan kognitif dan berinteraksi dengan orang lain pun juga akan berkembang. Tetapi banyak orang tua yang menginginkan anaknya cerdas dan terampil sehingga terkadang tidak jarang orang tua membatasi waktu bermain anak. Hal ini memang tidak salah namun jangan sampai mengabaikan hak dan kebutuhan anak, yaitu bermain.

    Pasalnya, membuat anak kita cerdas tidak harus dengan rajin belajar dan serius di dalam kelas. Akan tetapi dengan bermain juga dapat meningkatkan kecerdasan seorang anak. Misalnya untuk meningkatkan kecerdasan bahasa pada anak. Anak-anak dapat bermain dengan memainkan permainan kreatif berbasis literasi. Permainan kreatif berbasis literasi merupakan permainan yang bersumber dari teks/ bacaan singkat. Permainan dapat dilakukan dengan cara tebak-tebakan atau yang lainnya.

    Berikut adalah langkah-langkah untuk memainkan permainan tersebut:

Pertama, anak-anak diminta untuk duduk melingkar. Selanjutnya anak diberikan waktu selama lima menit untuk membaca teks/literasi. Contoh Teks: Setiap pagi Zaka berangkat sekolah. Ia selalu berangkat sendiri dengan menaiki sepeda kesayangannya. Saat istirahat ia selalu berkunjung ke perpustakaan. Ia suka sekali membaca buku. Buku dongeng adalah buku kesukaannya.

Kedua, berilah pertanyaan pada anak yang terkait dengan teks/literasi yang telah dibagikan dan jawabannya bisa tersirat maupun tersurat. Misal Pertanyaan pertama: Apa yang dinaiki zaka untuk berangkat ke sekolah? Nera: Sepeda! Makhfiy: Sepeda! Nanda: Sepeda! Iya pintar. Pertanyaan kedua: Coba siapa yang bisa menyebutkan, kira-kira apa saja yang berkaitan dengan sepeda? Makhfiy: Roda! Nera: Balapan! Nanda: Stang! Dari jawaban yang diberikan oleh anak ini secara tidak langsung anak menjawab dengan pengalaman yang sudah didapatkan. Salah satunya adalah melalui pengalaman membaca. Selain itu juga dapat melalui pengalaman yang lainnya. Sehingga disadari maupun tidak kecerdasan bahasa anak di sini dapat diidentifikasi dan berkembang.

Ketiga, dari teks/literasi itu juga dapat dijadikan untuk bermain logika anak. Seperti anak diminta untuk meneruskan dan menyebutkan kata benda yang diawali dengan satu huruf terakhir yang sudah diucapkan oleh guru/orang tua. Misal: guru menyebutkan satu kata yang ada di dalam teks. Buku misalnya. Buku– ulat – taman – nanas – sapi - ….? Nanda: Ikan! Nera: Nasi! Makhfiy: Itik! Jawaban ketiga anak benar semua karena bisa menyebutkan benda yang diawali dengan huruf terakhir kata benda yang disebutkan oleh teman sebelumnya.

Keempat, ciptakan suasana menyenangkan agar anak dapat bermain dengan senang dan nyaman sehingga membuat anak tampil percaya diri.

  Dari keempat langkah ini, anak telah mendapatkan informasi berupa isi dari teks/ literasi, memperkaya perbendaharaan kosa kata, dan kebebasan berpikir anak yang akan menumbuhkan dan meningkatkan keceradasan bahasanya. Selamat Mencoba!

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar