Menumbuhkan Sikap Empati Anak

Mengajarkan sikap empati kepada anak seringkali dilupakan orang tua. Kebanyakan orang tua lebih bangga melihat anaknya berprestasi secara akademis. Orang tua lebih berfokus mengajarkan anaknya untuk berprestasi, padahal sikap empati tak kalah pentingnya bagi seorang anak untuk mengelola emosi dan menjalin hubungan dengan teman dan lingkungan sekitarnya sebagai bekal untuk kehidupan bermasyarakat.

Sikap empati pada anak adalah sikap mau memahami orang lain dan peduli terhadap keadaan orang lain atau lingkungan sekitar. Sikap empati berkaitan dengan perilaku dan karakter anak. Anak yang mempunyai empati biasanya anak yang mempunyai karakter kepribadian yang baik. Anak yang mempunyai empati tinggi cenderung memiliki sikap yang sopan, murah hati, tidak sombong dan bisa bersikap bijaksana.

Sikap empati sangat penting untuk ditanamkan pada anak, karena sikap empati dapat menjadi jalan untuk anak dalam berhubungan dengan orang lain, dalam bergaul dengan teman-teman dan dapat menjadi bekal hidup bermasyarakat saat dewasa nanti. Dengan menanamkan sikap empati kepada anak, hal itu akan menjauhkan anak dari rasa iri, dengki dan permusuhan kepada orang lain, sehingga anak dapat tumbuh menjadi anak yang baik hati, bijaksana dan disukai banyak teman. Selain itu sikap empati dapat merangsang sikap sosial dan emosional anak menjadi lebih sehat dan bermakna. Mengajak anak untuk bersikap empati juga merupakan bagian dari pengembangan nilai-nilai moral dan agama. 

Ada beberapa kiat yang dapat dilakukan orang tua agar anak anak dapat mengembangkan sikap empati:

Pertama, keteladanan. Orang tua harus dapat menjadi contoh tumbuhnya kesadaran anak dalam berempati. Untuk itu dibutuhkan kesadaran dalam diri orang tua tentang pentingnya berempati kepada orang lain. Misal, mengajak anak melihat dan terlibat saat kita memberikan hadiah kepada orang lain.

Kedua, setiap hari luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak. Jadilah pendengar yang baik saat anak kita sedang menceritakan pengalamannya dan tanyakan kepada anak tentang perasaannya hari ini.

Ketiga, sesekali ajak anak untuk berkunjung ke rumah saudara, tetangga atau lingkungan sekitar rumah kita. Berilah kesempatan kepada anak untuk bergaul dengan lingkungan sekitarnya. Apabila terjadi perselisihan dengan teman, berilah kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan sendiri masalahnya. Sebagai orang tua, kita hanya memantau dan bersikap dengan bijak. Apabila tindakan mereka memang sangat mementingkan diri sendiri. Berilah pengertian dengan kata kata halus dan positif, agar mereka mau saling mengerti dan menikmati sesuatu bersama orang lain.

Keempat, menjenguk orang yang sedang terkena musibah. Jika ada saudara atau teman yang sedang sakit, Anda bisa mengajak si kecil untuk ikut menjenguk selagi orang yang terkena musibah itu tidak sakit parah atau menular. Membawakan buah tangan yang kita beli atau kita buat bersama anak, membagi baju yang sudah tidak terpakai untuk korban banjir, menghibur teman si kecil yang sedang sakit atau terkena musibah, akan memupuk rasa empati dan kepekaan terhadap penderitaan orang lain.

Kelima, memelihara tanaman dan hewan peliharaan di rumah. Melatih anak menyiram dan memberi pupuk pada tanaman, memberi makan binatang peliharaan, dapat memupuk rasa empati anak terhadap lingkungan sekitarnya.

Keenam, membiasakan anak untuk mengucapkan kata-kata yang baik dan sopan, seperti “tolong”, “maaf”, “terima kasih”, “permisi”. Ini akan menjadikan anak mempunyai pribadi yang ramah dan penuh sopan santun.

Ketujuh, mendekatkan diri pada Tuhan. Membiasakan anak ikut pengajian di lingkungan sekitar atau melakukan kegiatan ibadah sejak kecil, akan menumbuhkan rasa percaya anak akan adanya Tuhan Sang Pencipta. *

Siti Munfarijah, Kepala TK Diponegoro 146 Purwokerto Barat.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (1)

  • lely diah eko priyantini

    benar bun......sikap empati perlu ditanamkan sejak dini untuk menjadi dasar bagi anak-anak, jika kelak mereka memasuki kehidupan dimasa depan. semoga selalu istiqomah demi anak-anak yang berkarakter dan menjunjung nilai-nilai luhur bangsa.

    2017-05-29 14:16:00

Silahkan Login untuk memberi komentar