Manfaat Bermain Pasir untuk Anak

Bermain pada hakekatnya kebutuhan dasar setiap anak. Dalam bermain, biasanya anak tidak memperhatikan sebab dan akibat dari permainan. Bagi anak, bermain sangat menyenangkan. Namun tidak semua hal yang dimainkan anak disenangi orang tua. Ada banyak orang tua yang melarang anak-anaknya bermain, misal bermain pasir, karena menurut orang tua, hal itu tidak berguna bahkan dapat mengotori badan dan menimbulkan penyakit.

Suatu hari Anggi dan teman temannya sedang bermain pasir di depan rumahnya. Tiba-tiba terdengar suara bunda Anggi marah, “Anggi, ayo cepat cuci tangan dan kakimu!” “Bunda tidak suka kamu bermain pasir, kotor-kotoran begitu, itu pasir kan banyak virus penyakitnya!” Kata bunda Anggi berteriak.

Hal tersebut banyak dialami anak-anak di sekitar kita. Masih banyak orang tua yang melarang anak-anaknya bermain pasir atau kotor-kotoran. Alasan para orang tua, mereka tidak ingin melihat anaknya jatuh sakit, karena di dalam pasir banyak bakteri kecil yang bisa menimbulkan penyakit.

Akibat terlalu banyak dilarang, sekarang ini banyak sekali anak yang lebih memilih bermain di dalam rumah dari pada di luar rumah. Padahal ada banyak manfaat yang dapat diperoleh anak ketika bermain pasir.

Pertama, bermain pasir dapat melatih sensori motor anak. Bermain pasir melibatkan seluruh indera di antaranya indra penglihatan (mata), indra pendengaran (telinga), indra peraba (kulit), indra pembauan (hidung), dan indra pengecap (lidah). Sebagai contoh, dengan bermain pasir, anak secara langsung sedang menggunakan indra peraba. Anak bisa membedakan tekstur pasir yang basah dan kering, halus dan kasar.

Kedua, bermain pasir juga dapat melatih ketrampilan motorik halus anak. Keterampilan motorik halus adalah keterampilan yang menggunakan gerakan jari tangan. Misal, menulis, merobek, meremas atau menggunting. Pada saat anak bermain pasir, ia akan menggunakan jari-jari tangannya untuk membentuk pasir menyerupai benda yang diinginkan menggunakan wadah.

Ketiga, bermain pasir dapat menstimulasi kreativitas anak. Saat anak bermain pasir, akan muncul ide atau gagasan di dalam pikiran si anak untuk membentuk pasir sesuai dengan bentuk benda yang diinginkan. Di sini akan muncul kreativitas dalam diri anak.

Keempat, bermain pasir dapat melatih daya imajinasi anak. Anak dapat membentuk pasir menyerupai bentuk tokoh idola, mainan atau bentuk-bentuk yang mereka imajinasikan. Dengan bermain pasir, imajinasi anak semakin berkembang.

Untuk itu sebaiknya orang tua tidak melarang anak saat bermain pasir. Orang tua juga dapat menyediakan pasir yang bersih untuk anak saat bermain. Apalagi sekarang banyak toko mainan yang menyediakan pasir dengan berbagai warna untuk permainan anak yang aman dan sehat. Kekhawatiran orang tua tentang bakteri penyakit saat anak bermain pasir bisa diantisipasi dengan mencuci tangan menggunakan sabun sesudah bermain pasir, agar anak terhindar dari penyakit. *

Siti Munfarijah, Kepala TK Diponegoro 146 Purwokerto Barat. 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar