Kiat Melejitkan Kemampuan Bicara Anak

Melatih anak berbicara saat usia emas sangat penting, karena ini saat kecerdasan anak sedang dibentuk. Ini masa yang hanya terjadi sekali dalam kehidupan seseorang. Masa ketika anak sedang cerewet-cerewetnya adalah masa ledakan bahasa. Apabila orang tua menggunakan masa ini dengan respon yang baik, maka perkembangan bahasa anak akan melesat cepat.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua dalam membantu mengajarkan si kecil agar pandai berbicara. Pertama, hargai saat anak berbicara. Meskipun anak-anak suka membicarakan hal-hal yang bagi orang dewasa tidak penting, jangan sekali-kali mengabaikan pembicaraan anak. Respon yang baik yang diberikan kepada orang tua kepada anak saat berbicara merupakan sebuah penghargaan yang begitu berarti. Anak akan merasa dirinya dihargai dan tentu akan berdampak pada pembentukan rasa percaya diri yang besar pada anak saat berbicara.

Kedua, berikan jawaban ekstra saat anak bertanya. Jawaban ekstra adalah jawaban yang tidak hanya sekadarnya saja, tetapi jawaban yang berpenjelasan. Ketika anak diajak memasak dan anak mempertanyakan "apa itu" sambil menunjuk sayuran, maka orang tua harus menjawab nama sayuran serta manfaat yang terkandung dalam sayuran tersebut bagi kesehatan. Jawaban ekstra akan memberikan tambahan pengetahuan untuk anak.

Ketiga, ajari anak dengan media gambar. Belikan anak-anak media yang dapat mendukung perkembangan bicaranya. Misal, buku cerita gambar buah. Ajari anak nama-nama buah serta beritahu manfaatnya. Ulangi lagi dan berikan tambahan berupa lagu-lagu yang sesuai. Terus ajak anak menceritakan kembali apa yang sudah ia pelajari.

Keempat, dengarkan anak. Ketika anak sudah mulai asyik menjelaskan sesuatu tentang apa yang dilihat atau dialaminya kepada orang tua, maka dengarkanlah mereka. Biarkan anak-anak mengekspresikan apa yang mereka dapatkan. Orang tua harus mendengarkan secara saksama dan antusias, agar anak-anak lebih bersemangat dalam bercerita.

Kelima, orang tua harus banyak bertanya. Ketika anak-anak diam, maka orang tua harus aktif bertanya. Ini penting agar anak mengeluarkan pendapat atau pikiran mereka. Jangan biarkan mereka pasif bahkan sering diam. Rangsang anak dengan berbagai pertanyaan yang menarik, sehingga anak-anak akan semakin aktif berbicara.

Keenam, jangan banyak memarahi dan menyindir anak. Memarahi dan menyindir anak, karena anak terlalu cerewet merupakan hal yang tidak baik. Apabila hal ini dilakukan, tentu anak-anak akan menjadi sangat kecewa. Dia akan berpikir, ternyata orang-orang di sekelilingnya tidak menyukai bila ia banyak berbicara, sehingga anak akan lebih banyak diam. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tidak memarahi dan menyindir anak-anak yang terlalu banyak berbicara, misal dengan kalimat: “Jangan cerewet, diam!". 

Ketujuh, ajak anak mengikuti aktivitas sosial. Aktivitas sosial dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk ikut bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sosial. Semakin banyak orang yang mereka temui, kemampuan berbicara anak akan semakin melejit, karena anak dibiasakan berbicara dan berkomunikasi dengan baik dengan lingkungan sosial. *

Ilustrasi gambar dari: http://google.com

Feny Nida Fitriyani, mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (1)

  • Yanto Musthofa

    Hasil-hasil penelitian paling mutakhir di bidang neurosains menunjukkan bahwa bahasa adalah instrumen dasar dalam menumbuhkan kecerdasan anak. Namun, dalam praktiknya, baik di lingkup pendidikan keluarga maupun pendidikan formal (sekolah) bahasa cenderung diabaikan peran strategisnya. Alangkah bagusnya jika momen penting seperti Bulan Bahasa dijadikan sarana membangun gerakan aktif berbahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama untuk kebutuhan anak-anak usia dini. https://peduliusiadini.blogspot.co.id/2017/05/9-cara-membangun-kemampuan-berbahasa.html

    2017-06-18 11:18:00

Silahkan Login untuk memberi komentar