Tiga Kriteria Permainan yang Baik untuk Anak

Bermain adalah kegiatan keseharian anak. Kita setiap hari menyaksikan anak-anak bergerak, berlari, naik tangga, bersembunyi, tertawa riang. Semua itu gerak aktif tanpa henti dari anak. Pertanyaannya, apakah permainan yang dimainkan anak itu baik untuk anak? Setidaknya, ada tiga kriteria yang harus kita perhatikan dalam memberikan permainan yang baik untuk anak.

Pertama, bermain itu idealnya menyehatkan tubuh anak-anak. Ya, bermain harus melibatkan gerak bagi anak-anak, baik gerak motorik dan sensorik secara merata. Melalui gerak ini tubuh anak-anak akan bisa tumbuh dengan baik. Anak-anak akan memiliki pergelangan tangan yang kuat, tungkai kaki yang kuat, jari-jari yang aktif, dan tubuh yang sehat.

Untuk itu, orang tua harus mulai waspada dengan permainan yang hanya mengkondisikan anak-anak duduk berlama-lama, misal, bermain gawai (gadget) atau game. Permainan ini jika berlebihan dilakukan akan mengganggu pertumbuhan bagian-bagian tubuh lain yang sesungguhnya menghendaki bergerak bebas. Pilihlah permainan bagi anak yang mengkondisikan tubuh anak bergerak dengan bebas, misal, berlari, petak umpat, naik tangga, dan lain sebagainya. Dengan stimulus permainan ini, tubuh anak-anak akan tumbuh maksimal dan menyehatkan.

Kedua, bermain itu harus menyenangkan. Anak-anak akan suka bermain jika permainan itu menyenangkan hatinya. Jika tidak menyukai, maka anak akan cepat lelah dan bosan, kemudian tidak mau bermain lagi. Di sinilah orang tua haru memberikan permainan yang menyenangkan, yaitu permainan yang sesuai dengan minat anak-anak. Untuk itu, sebelum orang tua mengajak anak bermain, perhatikan minat dan kesukaan anak. Jika anak suka bergerak di alam bebas, maka ajaklah anak berekreasi di tempat yang indah, dan bermainlah di sana, maka anak-anak akan suka. Jika anak suka air, ajaklah anak bermain sambil berenang di sungai yang aman atau di kolam renang. Anak-anak pun akan senang bermain. Bermain dapat membuat anak-anak bahagia, riang, dan gembira.

Ketiga, bermain yang mampu mengembangkan kognitif anak. Idealnya, permainan tidak saja menyehatkan dan menyenangkan, tetapi juga harus bisa mencerdaskan. Melalui bermain, anak-anak dikembangkan kemampuan logika, memahami pola, ilmu pengetahuan, dan hitungan sehingga kemampuan kognitif bisa berkembang dengan maksimal. Permainan yang memicu kemampuan kognitif ini biasanya dimulai dengan pengamatan intensif, menelaah, dan mempraktikkan. Misal, bermain puzzle, berhitung, lego, berlari dengan kecepatan, dan sebagainya.

Melalui permainan ini kemampuan sains dan logika anak bisa meningkat. Dengan tiga kriteria ini, kita bisa aktif membuat permainan-permainan bagi anak-anak yang bisa memaksimalkan pertumbuhan fisik, kesenangan psikologis, dan kecerdasan anak dengan maksimal. *

Ilustrasi gambar: http://google.com

Umi Khomsiyatun, tutor Kejar Paket dan PAUD di Sanggar Kegiatan Belajar Purwokerto.

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar