Meningkatkan Imajinasi Kreatif Anak

Suatu pagi, guru anak saya di pendidikan anak usia dini, bilang, “Bu Dian, putra ibu, Mafi itu kalau di kelas sering tiba-tiba berteriak sendiri.” Saya tersenyum. Saya penasaran. Apa sebenarnya yang terjadi pada anak saya. Saat pulang sekolah, saya bertanya padanya, “Kenapa Mafi sering teriak sendiri di kelas?” Jawaban anak saya di luar perkiraan saya. Katanya, “Karena di otaknya Mafi ada monster raksasa yang harus dihancurkan.” Saya tertawa.

Sekarang saya tahu. Saat kegiatan belajar di sekolah, anak saya sedang berimajinasi tentang monster raksasa. Inilah imajinasi kreatif. Dan sekarang saya menyaksikan sendiri, bahwa dalam tumbuh-kembangnya, anak-anak saya memiliki imajinasi dan kreativitas yang baik. Mereka suka bermain dengan tingkat kreativitas yang unik, mulai main kertas, kayu, tanah, batu-batuan.

Dan ternyata anak-anak dengan imajinasi kreatif tinggi relatif memiliki kecerdasan bagus. Setidaknya saya menyaksikan sendiri anak saya yang selalu memperoleh peringkat satu. Untuk itu, peran kita sebagai orang tua harus terus aktif dalam meningkatkan imajinasi kreatif. Langkah-langkah di bawah ini adalah cara saya meningkatkan imajinasi kreatif anak.

Pertama, biasakan orang tua mendongeng. Salah satu perkenalan pertama kali anak dengan imajinasi melalui dongeng. Sejak kecil, sebelum indra penglihatannya bekerja dengan baik, anak-anak sebaiknya dikenalkan dengan dongeng. Dongeng merangsang imajinasi anak. Agar imjinasi anak meningkat dengan baik, maka dongeng harus dibiasakan diberikan di rumah. Dengan sering mendengar dan membaca dongeng, anak-anak akan semakin memiliki imajinasi.

Kedua, kondisikan anak untuk suka mewarnai dan mencoret-coret. Setelah indra penglihatan bekerja dengan baik. anak-anak mulai melihat dunia yang penuh warna-warni. Saat itulah anak-anak tertarik dengan warna. Coret-coret dan mewarnai menjadi aktivitas yang disukai anak-anak. Melalui aktivitas mewarnai ini, imajinasi anak berkembang dengan baik. Untuk itu, agar imajinasi semakin kreatif, orang tua perlu memfasilitasi dan terus memberikan dukungan pada kebiasaan anak mencoret-coret dan mewarnai.

Ketiga, ajak anak untuk bepergian menikmati pemandangan yang baru. Agar imajinasi yang terbentuk dari mendongeng dan mewarnai bisa meningkat dengan baik, orang tua perlu mengajak anak melihat segala pemandangan yang menimbulkan kesan mendalam, misal pemandangan alam, hutan, laut, pantai, sampai pemandangan studio, pameran seni lukis, dan lain sebagainya. 

Keempat, ajak anak berlatih menyelesaikan persoalan. Jika semua sudah dilakukan, mulailah orang tua memberikan persoalan pada anak yang bisa berupa tugas. Misal, meminta anak menulis atau melukis. Melalui dua kemampuan ini, anak-anak akan semakin bisa mengembangkan imajinasi kreatifnya dengan lebih baik lagi. 

Kelima, apresiasi. Jika anak sudah menghasilkan karya, maka orang tua harus menghargai. Bisa dengan memberikan hadiah, pujian, atau hal lain yang membuat anak senang dan merasa dihargai orang-tuanya. *

Dian Wahyu Sri Lestari, Kepala Sekolah dan Guru di PAUD Wadas Kelir Karangklesem-Purwokerto Selatan.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar