Langkah-langkah Pencegahan Penculikan Anak

Akhir-akhir ini sering sekali terdengar berita penculikan anak, mulai dari anak usia dini hingga remaja, melalui motif ingin mempunyai anak, faktor ekonomi, perebutan anak maupun motif-motif penculikan yang lainnya. Dalam persoalan ini, anak usia dini sangat rawan dalam penculikan. Tubuhnya yang kecil dan belum mempunyai nalar seperti orang dewasa membuatnya mudah dipengaruhi orang lain. Perlu ada penanganan dan pengawasan terhadap anak secara lebih ekstra.

Anak usia Taman Kanak-kanak (TK) bahkan 1-4 tahun menjadi sasaran yang cukup strategis penculikan anak. Orang tua harus melakukan pengawasan yang lebih untuk mewaspadai ancaman penculikan. Perlu adanya kerja sama antara orang tua, pihak sekolah, pengasuh dan orang terdekat lainnya agar pengawasan dan keamanan anak dapat terjaga. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak akan sangat membantu. Dengan anak sering berkomunikasi saat akan bermain jauh dari rumah, akan membantu memantau keberadaan anak. Jika  orang tua, terutama ibu menjadi wanita karir, maka mereka harus bisa mencari pengasuh yang bisa dipercaya untuk menjaga anak.

Orang tua harus bisa menjaga keamanan dan keselamatan anak. Ciptakan pengamanan dan pengawasan guna mencegah penculikan terjadi. Di manapun berada bersama si kecil, orang tua harus mengawasinya, terutama di tempat-tempat umum, seperti taman, rumah makan, stasiun, jalan raya, puskesmas, sekolah dan tempat umum lainnya yang rawan kejahatan. Orang tua harus mengetahui setiap aktivitas dan keberadaan anak. Orang tua harus menghindari anak pergi sendiri tanpa pengawasan orang terdekat, walaupun jaraknya dekat.

Usahakan anak pergi bersama dengan teman, atau bahkan diantar oleh orang tua. Bagi sebagian ibu yang berkarir, pengasuh perlu diberikan pengarahan agar menjaga anaknya dengan baik. Komunikasi antara orang tua, guru, pengasuh dan teman dari anak harus dibangun dengan baik. Melalui orang-orang terdekat bagi anak, orang tua dapat mengetahui aktivitas dan keberadaan anak.

Ajarkan anak waspada pada orang baru. Sejak usia dini, anak harus ditanamkan kepada siapa dia harus menurut dan kepada siapa dia tidak perlu melakukannya. Beri tahu anak agar dia berhati-hati terhadap orang yang baru dikenalnya. Anak juga harus diajarkan menolak saat diajak pergi oleh orang yang tidak dikenal. Orang tua harus mengetahui teman-teman serta orang tua dari teman-temannya, sehingga orang tua dapat menghubungi anak saat sedang bermain di rumah tetangga atau mengecek keberadaan anak.

Orang tua juga harus mengajarkan pencegahan saat anak dipaksa untuk mengikuti orang yang baru dikenalnya. Misal, berteriak minta tolong, atau lari secepat mungkin ke tempat keramaian untuk meminta pertolongan. Cepat menghubungi pihak berwajib, saat orang tua mengetahui bahwa anak hilang, tidak tahu keberadaannya atau bahwa anak diculik. Laporan kepada kepolisian harus segera dilakukan agar cepat ditindak-lanjuti. Orang tua harus terus memantau perkembangan pencarian anak dan ikut memberikan data dari kasus yang terjadi.

Dengan upaya pencegahan sejak dini, hal ini akan menghindarkan anak dari bahaya dan ancaman tindakan penculikan yang membuat anak mengalami trauma maupun faktor kejiwaan saat mengalami ancaman, pencabulan maupun tindakan kekerasan. Keselamatan anak sangat penting dan harus ditangani secara serius. *

Titi Anisatul Laely, Tutor PAUD Wadas Kelir Purwokerto, dan masih menjadi mahasiswa Pasca Sarjana Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar