PAUD STRATEGIS BENTUK SDM BERKARAKTER

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama satu tahun, khususnya di Kabupaten Buleleng wajib diikuti seluruh anak sebelum menempuh pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD). Hal tersebut dinilai strategis untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter.

Menurut Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Selasa (7/3), pemerintah memiliki komitmen untuk mewujudkan generasi emas pada 2045. Mendukung itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya karakter perlu dilakukan sejak dini melalui program penuntasan ikut PAUD satu tahun untuk anak-anak sebelum menginjak ke pendidikan SD. “Usia 6 tahun ke bawah merupakan usia emas pada anak. Diusia itu saat yang tepat untuk membentuk karakter pada anak kita. Kalau disini pendidikannya sudah baik, nanti SMP, SMA pasti akan baik,” jelasnya.

Program itu, lanjut Wabup asal Desa Bontihing ini ditargetkan sudah terlaksana pada 2018 mendatang. Bahkan, pihaknya mendorong bisa berjalan tahun ini. “Kalau bisa di tahun ajaran ini sudah berjalan. Kalau tidak, kami targetkan 2018. Itu akan bertahap. Kami sudah sosialisasikan,” ungkapnya.

Baca juga:  Upaya Menumbuhkembangkan Kreativitas Anak

Mendukung program nasional itu, anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun akan didata. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah memantau perkembangannya. “Nanti anak-anak usia 1 sampai 6 tahun akan diregister. Berapa jumlahnya. Ini akan ditugaskan kepada kepala desa,” sebut Sutjidra.

Enggan

Sampai saat ini, masyarakat, khususnya di perdesaan masih ada yang enggan mengikutkan anaknya pada Paud. Salah satu alasannya, karena jarak sekolah dan tempat tinggal cukup jauh. Menyikapi persoalan itu, Sutjidra mengaku akan terus memggenjot pembangunan TK. “Kami berupaya pembangunan TK bisa menyebar di seluruh desa. Itu salah satu cara untuk menyukseskan program ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng, Gede Suyasa mengatakan berdasarkan data terakhir, di bumi den bukit sudah ada 17 TK negeri. Tahun ini, ditargetkan ada penambahan sebanyak 10 TK. “Untuk tahun ini kita punya target membangun 10 TK negeri lagi. Namun setelah kita lakukan verifikasi dilapangan hanya 7 TK yang memenuhi syarat. Ya mudah-mudahan bulan depan kita bisa SK kan menjadi TK negeri,” ujarnya.

Direktur Pembinaan Paud Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan R. Ella Yulaelawati menyampaikan menurut penelitian, pertumbuhan fisik dan otak anak yang baik ada pada usia 0 sampai 5 tahun. “Penyerapan informasi sangat tinggi pada usia itu,” jelasnya. (Sosiawan/balipost)

Dikutip dari:www.balipost.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (2)

  • Skyline

    TEST

    2017-03-09 11:22:00
  • MA'MUN

    Semoga ide anak masuk SD setahun sebelumnya dianjurkan masuk PAUD diamini semua Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan seluruh indonesia. Karena memang masa ke emasan terjadi di usia 0-5 tahun seperti yg di kutip Direktur PAUD. Namun sayangnya yg terjadi dilapangan justru memprihatinkan. Sebaliknya anak tidak masuk PAUD/TK walaupun usia nya baru 5 tahun di paksa masuk SD dengan alasan SD gratis dan di iming-imingi Seragam gratis sedangkan di TK bayar. Terkadang malah pihak SD sendiri yg merayu orang tua murid untuk memasukkan anaknya langsung ke SD karena takut kekurangan murid yg mengakibatkan berkurang nya BOS SD kedepan nya. Dan tidak sedikit guru yg mendapat tekanan dari Kepala Sekolah SD untuk mencari murid sebanyak-banyak nya yang mengakibatkan Guru tersebut asal dapat Siswa walaupun usia nya belum sampai. Mohon kedepan nya ada sosialisasi antara Guru PAUD TK dan Guru SD. Sehingga kejadian seperti ini tidak terus berulang. Sehingga program Satu Desa Satu PAUD/TK bisa berjalan sesuai harapan. Terima kasih. Ma'mun Guru TK Islam Al Kahfi Babakan Kabupaten Cirebon.

    2017-03-08 21:36:00

Silahkan Login untuk memberi komentar