MUSIK MEMBENTUK KARAKTER ANAK LEBIH BAIK

Anggunpaud - Musik sudah tidak asing dalam kehidupan kita. Di restoran, di mobil, ketika menyalakan televisi, bahkan di dalam angkutan umum sekalipun, musik sering diputar untuk menemani aktivitas kita.

       Mendengarkan musik dapat menjadi sarana rekreasi sekaligus relaksasi bagi banyak orang, mengekspresikan perasaan, juga menenangkan hati  dan pikiran pendengarnya.

       Manfaat musik ternyata tidak berhenti sampai di situ, namun musik dapat membangun karakter serta pola pikir anak? Maestro pianis Ananda Sukarlan mengatakan musik sangat penting dalam pembentukan karakter anak terutama pada usia dini.

      "Mengajarkan musik pada anak, bukan hanya menjadikan anak sebagai musikus tetapi mengasah sensitivitasnya serta mengaktifkan bagian otak yang  tidak aktif," ujar Ananda ketika membagi wawasan tentang pendidikan karakter berbasis musik untuk sekolah dasar.

        Musik, menurut Ananda  sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan anak serta mengasah kepekaan terhadap suara dan lingkungan. Mendengarkan dan memainkan instrumen musik merupakan bagian dari pola pendidikan anak yang dapat melatih kecerdasan afektif (emosional) yang  seimbang.

      Dengan memiliki karakter yang baik, maka anak akan mampu menjalin hubungan dengan lingkungan sosialnya, agar perkembangan potensi dirinya juga akan semakin baik.  Berdasarkan penelitian, pendidikan musik memiliki banyak manfaat dalam perkembangan seorang anak, salah satunya adalah membantu merangsang perkembangan kemampuan otak secara holistik, termasuk kemampuan logika berfikir, kemampuan berbahasa, dan kemampuan menganalisa.

      Don McMannis, seorang penyanyi dan penulis lagu anak-anak sekaligus Direktur Klinik Family Therapy Institute of Santa Barbara menjelaskan tentang bagaimana musik memiliki cara yang unik untuk mengembangkan bakat sosial, emosional dan karakter pada diri seorang anak.

     Musik merupakan media yang efektif untuk mempelajari dan menguasai suatu informasi. Menurut Don,  “Musik mengaktifkan 3 pusat yang berbeda di dalam otak dalam waktu yang bersamaan: bahasa, pendengaran, dan rhythmic motor control (kontrol motorik ritmik).  Sebagai contoh, hampir semua orang dapat mengingat kembali kata kata dan arti dari lagu-lagu yang sudah lama tidak kita dengar.  Sungguh menarik bukan anda masih dapat mengingat lagu ABC?"

Memperkenalkan berbagai macam jenis musik yang berasal dari berbagai budaya yang berbeda, membuat anak dapat belajar mengenai rasa empati. Ketika anak belajar mengenai empati, ia akan belajar untuk mengembangkan karakter berupa sifat cinta kasih, serta menghilangkan sifat serakah dan egois. Salah satu kegiatan pendidikan musik yang dapat berperan dalam membangun karakter anak adalah melalui bermain musik bersama, dalam bentuk ensemble atau orkestra. Hal ini akan membiasakan anak untuk bekerjasama dengan orang lain, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

   Tidak mengherankan bila anak yang belajar musik pada umumnya memiliki karakter emosional yang lebih baik dibandingkan teman-temannya yang tidak belajar musik. Dengan segala keunggulan di atas, tidak ada salahnya untuk segera memperkenalkan musik kepada anak-anak anda sejak usia dini. Pilihlah jenis-jenis musik yang sesuai dengan umur anak-anak anda, dan terus beri bimbingan pada anak-anak anda dalam mengekspresikan diri mereka.*

Ilustrasi gambar dari: http://google.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar