Melejitkan Kreativitas Anak dengan Bermain

   Anggunpaud - Bermain adalah satu di antara tujuh hak yang dimiliki oleh anak. Dan hak tersebut telah dijamin dalam peraturan dan perundang-undangan. Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk memberikan hak bermain tersebut kepada anak-anak kita. Dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bermain berarti kita tidak saja telah menunaikan hak dasar atau asasi anak tapi juga telah membuka kemungkinan bagi perbaikan dan pengembangan kualitas hidup anak.

    Apa saja manfaat bermain bagi anak-anak? Paling kurang ada enam manfaat atau arti penting bermain bagi anak-anak:

pertama, kata bermain identik dengan gerak fisik dan sikap aktif anak. Oleh karena itu bermain dapat mengembangkan kecakapan fisik anak dan dapat membantu mereka tetap sehat dan bugar, dua hal yang penting penting sekali artinya bagi hidup mereka.

kedua, saat bermain anak-anak akan mengeluarkan segenap ekspresi, tidak hanya fisik tapi juga emosinya. Paling sering adalah berupa keluarnya gelak tawa mereka, sebagai sebuah ungkapan rasa gembira. Lancarnya proses keluarnya ekspresi jiwa tersebut akan membuat anak menjadi kuat secara emosional. Menjadi anak-anak yang sehat jiwanya.

ketiga, biasanya jenis komunikasi yang terjadi antara orangtua dan anak bersifat teknis fungsional, yaitu berupa perintah dan larangan. Padahal anak-anak harus disentuh hatinya. Mereka perlu diperlakukan layaknya sahabat atau teman. Komunikasi yang terjalin seyogianya adalah komunikasi yang memanusiakan. Mereka perlu diajak berbicara dari hati ke hati sekaligus bercanda dan bermain seru-seruan. Bermain dengan orang tua (dan teman) akan menumbuhkan ikatan dan persahabatan yang kuat. Saat orang tua dan anak bermain bersama juga akan mendekatkan seluruh isi keluarga sekaligus menimbulkan rasa terlindungi.

keempat, banyak sekali pilihan bermain yang dapat dilakukan oleh anak-anak. Bisa berupa main tebak-tebakan, membuat istana dari pasir, memainkan ular tangga dan masih banyak lagi. Semuanya dapat memberikan manfaat yang berbeda-beda. Mulai dari menambah pengetahuan dan mengembangkan pengetahuan. Bahkan tidak hanya itu, bermain juga dapat mencuatkan kecakapan mental seperti berfikir, kreatif dalam memecahkan masalah dan berani mengambil keputusan. Dan ini penting, karena tidak semua anak memiliki keberanian untuk mengambil keputusan.

kelima, keberanian bercita-cita biasanya dimulai terlebih dahulu dengan keberanian untuk berimajinasi atau berkhayal. Dari mana kesempatan berimajinasi tersebut dapat diperoleh? Ya benar, satu di antaranya dari bermain. Ketika bermain anak-anak memiliki kebebasan untuk membuat sesuatu yang sesuai dengan keinginan dan kesenangannya. Misalnya membuat mobil terbang, yaitu mobil-mobilan yang dilengkapi sayap, membayangkan ada tas ajaib yang dapat menyimpan benda apa saja yang dibutuhkannya, dan karya-karya imajinatif lainnya.

keenam, anak-anak tidak hidup sendirian. Mereka menjadi bagian dari ekosistem kehidupan di mana mereka tinggal. Mereka telah menjadi bagian dari masyarakat. Dan tiap masyarakat memiliki adat, kebiasaan dan budayanya masing-masing. Saat bermain memungkinkan anak-anak mencoba kecakapan baru maupun kecakapan yang dibutuhkan agar bisa berpartisipasi dalam masyarakat dan budayanya. Misalnya, ini yang berlaku umum, banyak anak suka main bola, maka untuk bisa diterima dalam lingkungan pergaulan, seorang anak yang tidak bisa main bola akan berusaha mencoba bermain bola.*

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar