MENGAJARKAN PERBEDAAN INDIVIDU DAN KELOMPOK SEJAK DINI

Sehari-hari para orangtua dan anak-anak kan bertemu dengan orang lain, walaupun sesama orang Indonesia tetapi tidak jarang mereka bukan dari suku yang sama, bangsa yang sama, agama juga mungkin berbeda, kadang mereka juga memiliki etnik yang berbeda dengan Indonesia. Melalui pergaulan atau sosialisasi anak belajar tentang apa saja yang mereka butuhkan untuk memahami perbedaan dan persamaan latar belakang budaya, ekonomi, sosial, dan agama. Pada saat anak usia dini, orangtua merupakan agen sosialisasi pertama yang berperan dalam mengembangkan keterampilan bersosialisasi, yang memberikan berbagai macam pengalaman dan kiat bersosialisasi. Konsep perbedaan individu dan kelompok merupakan bagian dari pengembangan konsep Bhineka Tunggal Ika yang harus terus dikembangkan hingga menjadi perilaku yang menetap, seperti bertoleransi terhadap perbedaan, saling menghargai, dan menerima perbedaan yang ada. Orangtua dan guru sebaiknya mengajarkannya secara bertahap dan berkesinambungan sehingga kelak anak dapat menempatkan diri dengan baik di berbagai macam situasi sosial. Hal ini dapat dilakukan dengan cara: • Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang latar belakang anak, yang meliputi orang tua dan kakek nenek. Misalnya terkait dengan asal daerah, kota kelahiran, kota tempat dibesarkan, jumlah anggota keluarga, keragaman budaya anggota keluarga • Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang latar belakang orang lain di luar keluarga dan keunikannya masing-masing, misalnya sahabat ayah dan ibu, tetangga, teman anak itu sendiri, anak yang berkebutuhan khusus, anak jalanan • Memberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan rekreasional yang merefleksikan nilai-nilai budaya, bercerita tentang dongeng nusantara, menghadiri upacara adat atau pernikahan dari berbagai macam suku dan bersilaturahim dengan berbagai macam orang • Memberikan contoh dan memberikan kesempatan kepada anak bagaimana menjalankan peran sosial sebagai bagian dari anggota masyarakat, misalnya menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya, membantu orang yang membutuhkan, menghormati orang yang lebih tua • Mengajarkan anak untuk melihat dan merasakan bagaimana orangtua bekerja dengan berbagai macam orang yang berbeda latar belakang, bagaimana tetangga bergotongroyong dan bagaimana orang saling menghormati ibadah yang dilakukan oleh orang lain • Mengajarkan kepada anak tentang indahnya kebersamaan, hidup dengan damai, dan saling menghargai • Memberikan contoh dari kejadian yang terjadi di lingkungan, bahwa kekerasan atau permusuhan bukan merupakan solusi dari suatu masalah karena akan menimbulkan ketidaknyamanan atau kerugian pada diri sendiri maupun orang lain • Mengajarkan dan menjadi contoh bagi anak dalam mengkomunikasikan perasaan dan harapan, misalnya terhadap teman sebaya, yang lebih kecil atau kepada orang yang lebih tua Jika sejak dini anak telah memahami akan adanya perbedaan individu dan kelompok maka kelak perbedaan ini akan dilihat sebagai peluang (bukan hambatan) bagi setiap orang untuk berkontribusi sebagai tim yang memiliki kekerabatan erat dan dinamis dalam menghasilkan karya terbaik bagi bangsa.

Nurfadilah. Nurfa_dilah@yahoo.com

gambar diambil dari google.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar