Mengenalkan Anak pada Lingkungan Baru

     Anggunpaud -  Anak adalah anugerah terindah yang dimiliki bagi setiap orang tua, dari sejak lahir sampai dewasa orang tua tidak lepas memberikan pendidikan dan pengasuhannya, dan yang terpenting adalah pendidikan sejak usia dini, karena pada masa itu masih pada tahap pembentukan karakter, dan kita sebagai orang tua maupun pendidik harus memberikan pendidikan yang tepat.

     Ada lima aspek perkembangan yang harus dikembangkan pada anak usia dini, yaitu diantaranya aspek sosial emosional, kognitif, bahasa, agama, fisik motorik. Yang paling menarik dan sangat mendukung dalam perkembangannya yaitu pada aspek sosial, karena pada aspek sosial ini anak dituntut untuk dapat mengenal lingkungannya, dapat berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, khususnya pada lingkungan keluarga terlebih dahulu.

    Contoh kasus pada anak usia Taman Kanak-kanak, seorang anak bernama Zaki, sejak awal masuk sekolah tidak mau lepas dari ibunya, ibunya harus ikut masuk ke kelas bahkan disapa guru pun dia takut, begitu juga ketika diajak bermain bersama temannya dia tidak mau, pada saat kegiatan membaca di luar pembelajaran sebelum masuk kelas anak-anak diberikan privat membaca oleh setiap guru pembimbing. Awalnya Zaki tidak mau mengikuti privat tersebut karena takut dengan guru baru, tapi setelah dibujuk oleh seorang guru bahkan diberikan "hadiah"  akhirnya Zaki bersedia membaca.

     Di kemudian hari, ketika guru yang pernah membimbingnya terlambat tiba di sekolah, Zaki tidak bersedia digantikan oleh guru lain. Situasi tersebut membuat khawatir ibunya sehingga kemudian ibunya meminta kepada para guru agar Zaki tidak hanya dibimbing oleh satu guru tetapi guru lain secara bergantian sehingga Zaki tidak tergantung dari satu guru saja yang dapat menghambat proses belajarnya. 

     Terinspirasi dari kasus tersebut, kemudian guru yang dipercaya Zaki melakukan pendekatan dengan cara membujuk Zaki agar bersedia diajar oleh semua guru. Pendekatannya yaitu dengan cara guru yang biasa mengajari bacanya meminta bantuan kepada guru yang lain untuk menemaninya di setiap mengajarkan privat pada Zaki, kemudian dikenalkan pada Zaki bahwa ibu guru disini banyak ada ibu guru A, B dan C, semuanya sama baik : "Zaki nanti bisa belajar sama ibu guru B atau ibu guru C juga dan tidak harus selalu sama ibu guru A, bolehkan? Nanti Zaki juga boleh meminta bantuan apapun pada semua guru. Zaki itu anak pintar dan berani."

     Dengan berbagai bujukan akhirnya Zaki mau belajar baca sama semua guru, dan selain pendekatan dengan bujukan boleh kita memberikan pendekatan berupa pujian, reward kepada Zaki supaya dia mau bergaul dan bersosialisasi dengan teman-teman dan gurunya, Banyak pengalaman dengan pendekatan pujian, pemberian reward rata-rata berhasil dalam berbagai pemecahan masalah pada anak, tapi tidak semua pemecahan masalah pada anak harus selalu diberikan pendekatan pujian  pada anak, banyak cara lain membuat pendekatan pada anak dan kita dapat menciptakannya dari hal kecil.*

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar