Kemitraan Orangtua dan Guru dalam PAUD

Usia 0-6 tahun disebut sebagai masa usia dini dan menjadi kesempatan emas bagi peletakan pondasi untuk kehidupan anak kelak. Namun, belum semua anak-anak ini dapat turut serta dalam lembaga PAUD padahal penelitian sudah menunjukkan bahwa selain peran orangtua dalam stimulasi anak, keikutsertaan anak di lembaga PAUD akan membantu anak untuk siap dan matang untuk mengikuti. Pada saat ini terdapat beberapa sikap orangtua terkait pendidikan anak suai dini 1. orangtua yang menganggap bahwa mendaftarkan anak ke lembaga pendidikan anak usia dini tidak begitu penting, dengan alasan tidak ingin anaknya mengalami stres atau kehilangan masa bermain. 2. orang tua sudah menyadari akan pentingnya pendidikan sejak dini tetapi ingin diperoleh dengan waktu yang singkat dengan dana yang tidak terlalu besar misalnya dengan mengikuti kursus 3-6 bulan yang bersifat akademis (membaca, menulis dan berhitung) 3. orang tua sudah menyadari akan pentingnya pendidikan sejak dini tetapi tidak ingin kehilangan momen berharga ini dengan menyertakan anak di lembaga PAUD ditambah kursus-kursus Banyak orang tua yang tidak menyadari dampak jangka panjangnya sehingga menjadi permasalahan yang terjadi pada anak di kemudian hari. Selain itu, hubungan anak dengan orang tua memiliki pengaruh besar pada sebagian besar aspek perkembangan anak. Ketika orangtua dapat menjalankan perannya secara optimal maka akan berdampak positif pada keyakinan beragama, prestasi, kemandirian, kemampuan memecahkan masalah dan dalam pembentukan karakter yang positif. Pada masyarakat perkotaan, ditemukan kecenderungan orang tua untuk melimpahkan tanggungjawab pendidikan kepada pihak sekolah dan menuntut pihak sekolah sebagai satu-satunya penanggungjawab keberhasilan dan kemunduruan anak. Padahal, pada masa usia dini waktu anak lebih banyak berada di lingkungan keluarga sehingga bagaimana pengasuhan yang diberikan oleh orang tua sejak anak dilahirkan sangat menentukan perkembangan anak selanjutnya. Sebaiknya orangtua memposisikan guru sebagai mitra bukan sebagai “bengkel” dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan anak demi tercapainya tumbuh kembang anak yang optimal.

Nurfadilah nurfa_dilah@yahoo.com

Gambar diambil dari google.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar