Perkembangan Anak Usia Dini

Perkembangan Anak Usia Dini Di Indonesia, anak usia dini ditujukan kepada anak usia 0-6 tahun. Perkembangan anak usia dini lebih cepat bahkan lebih dari usia sesudahnya. Hal ini berkaitan dengan optimalisasi fungsi sel-sel saraf otak (neuron). Menurut ahli neurosains, setiap manusia memiliki lebih dari 100 milyar sel neuron pada setiap belahan kanan maupun kiri. Belahan kanan bersifat holistic, fantasi, acak, intuisi, emosi, mengenali gambar, dan seni. Sementara belahan kiri bersifat logis, berurutan, detail, rinci, berhubungan dengan huruf dan angka. Kedua belahan ini diupayakan untuk berkembang secara optimal agar anak dapat menjadi manusia yang seutuhnya. Agar kedua belahan ini dapat berkembang secara optimal, orang tua harus memberikan rangsangan (stimulasi) dan memfasilitasi semua aspek perkembangan anak. Aspek perkembangan anak usia dini menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 tahun 2013 adalah : (1) Nilai agama dan moral, (2) Fisik-Motorik, (3) Kognitif, (4) Bahasa, (5) Sosial-Emosional, dan (6) Seni. Keenam aspek ini harus berkembang secara optimal agar anak bisa melangkah ke perkembangan selanjutnya (SD) tanpa kekurangan suatu apapun. Tugas orang tua adalah mengetahui apa saja yang harus dicapai anak berdasarkan usianya, memberi stimulasi dan memfasilitasi semua kebutuhan anak agar anak melangkah ke aspek perkembangan selanjutnya. Misal, pada usia 12-18 bulan dalam aspek bahasa anak harus dapat menunjuk bagian tubuh yang ditanyakan. Orang tua harus mengetahui hal tersebut dan terus menstimulasi anak sejak usia 12 bulan. Jika sampai usia 18 bulan anak masih belum bisa mencapai target perkembanngan, maka anak masih belum matang untuk melanjutkan tugas perkembangan usia 18-24 bulan. Perlu diingat bahwa setiap anak memiliki daya tangkap yang berbeda. Namun, jika anak sedikit terlambat perkembangannya, orang tua tidak perlu khawatir. Sebaiknya orang tua harus meningkatkan intesitas stimulasi yang diberikan pada anak.

(nova)

Gambar diambil dari Google.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar