Komunikasi yang Harus Dihindari (Bagian Pertama)

Penting bagi para orang tua dan tiap guru PAUD untuk mengetahui beragam gaya komunikasi yang salah atau tidakt tepat. Pengetahuan dan pemahaman terhadap hal tersebut akan membuat para orang tua dan guru PAUD semakin efektif dalam menemani dan memberikan stimulasi atau rangsangan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Beberapa gaya komunikasi yang harus dihindari tersebut, yaitu: 

1. Memberi cap atau label buruk. Maksud hati ingin memberitahu kekurangan anak dengan harapan ia bisa berubah, tapi karena cara menyampaikannya tidak tepat, justru pemberitahuan tersebut mengafirmasi cap atau label yang sebelumnya telah ia terima. 

Sebagai contoh, Bolang makan menggunakan piring beling, kemudian piring itu jatuh dan pecah. Secara spontan, kita berkata: “Kamu sih ceroboh. Makanya kalau makan pakai piring plastik saja.” Ucapan tersebut diterima Bolang sebagai satu cap bahwa dia anak yang ceroboh, padahal itu hanya soal kurang hati-hati saja.  

2. Membanding-bandingkan. Ketika ada anak lain yang kita anggap lebih dalam hal-hal tertntu, biasanya kita akan cenderung membanding-bandingkannya. Tujuannya sih baik, yaitu ingin memotivasi anak agar bisa mencontoh orang lain. Misalnya: “Waduh, gimana sih, kamu kok tidak mau berbagi. Beda banget dengan adikmu.” 

Ungkapan tersebut, alih-alih membuat anak tergugah, justru ia menjadi merasa lebih jelek dibandingkan adiknya dan pilih kasih. Padahal setiap anak adalah unik. Bisa jadi si kakak susah berbagi, tapi dia mempunyai kelebihan lain, misal sikap bertanggung-jawab.

3. Menyalahkan. Umumnya anak cenderung ingin melakukan segala sesuatu sendirian. Sementara kita, dan umumnya orang dewasa menginginkan mereka melakukannya dengan baik dan benar. Kita kerap kali berusaha membantu agar mereka tidak melakukan kesalahan. Namun yang kemudian terjadi, anak-anak merasa tidak pernah melakukan segala sesuatu secara baik dan benar. Semua yang dilakukannya sepertinya pasti salah semua.Misal ada seorang anak bernama Aulia, saat makan ia bersikeras  mengambil nasi sendiri. Dan ternyata tumpah. Seketika tanpa sadar kita akan berkata: Tuh kan tumpah, Ibu bilang tunggu ya tunggu. Jangan ambil  sendiri!

4. Memerintah. Kebanyakan orang tua berusaha mengendalikan situasi dan menyelesaikan masalah dengan cepat. Kita tidak memberi kesempatan kepada anak-anak sekadar untuk bertanya mengapa mereka harus menghentikan bermainnya. Atau mengapa mereka asyik dengan mainannya itu. Kita hanya memberi satu pilihan kepada mereka: harus patuh. Misal di kelas anak-anak masih senang bermain, padahal jam pembelajaran sudah habis. Serta merta kita langsung memerintah dengan kalimat singkat: ayo, cepat rapihkan mainannya. 

5. Mengancam. Tanpa kita sadari, cara berkata dan bersikap orang tua terhadap anak-anak tidak jarang lebih nampak sebagai ancaman ketimbang bentuk-bentuk kasih sayang. Maksud orang tua agar anak-anak menurut atau patuh dengan cepat. Kenyataannya apa yang terjadi? Justru mereka sering merasa cemas atau takut untuk alasan yang tidak jelas. Ini yang biasa berlangsung. Anak kita tidak mau berangkat sekolah, keluarlah kata-kata: ”Awas ya kalau tidak mau berangkat sekolah, mama panggilin ibu guru ke rumah." Atau kata-kata seperti ini: ”Ayo, habiskan makanannya, kalau tidak habis nanti ayamnya mati lo!"

6. Membohongi. Keinginan kita sebagai orang tua bisa menyelesaikan masalah dengan mudah dan seketika. Tetapi apa yang dirasakan anak? Mereka merasa orang tua tidak dapat dipercaya. Misal anak kita sedang bermain dengan teman-temannya. Nah, pada saat bermain itu mereka berebut. Mendapati kejadian itu biasanya kita langsung berkomentar : ”Eh, jangan begitu. Ayo balikin mainan, nanti ibu belikan yang banyak di toko! Dan ternyata janji itu tidak ditepati. Anak-anakpun akan menilai kalau orang-tuanya telah berbohong. *

Bagikan Artikel Ini

Komentar (1)

  • andi nursiah

    Assalamualaikum bunda,,, Senang membaca artikel ttg Anak Usia Dini,,moga kita mampu membimbing anak kita dgn benar hingga mereka manjadi manusia seutuhnya berguna bagi bangsa dan negara.

    2016-10-07 12:35:00

Silahkan Login untuk memberi komentar