Pemimpin dan Kejujuran

Coba Anda amati peristiwa berikut yang lazim terjadi: suasana rapat atau suasana kerja menjadi tidak menyenangkan hanya karena kepala atau pemimpin kita, memimpin rapat dalam suasana hati yang tidak nyaman. Rapat berlangsung tegang dan tanpa penyelesaian. Adakalanya, pertemuan dan rapat menjadi runyam tanpa tahu sebabnya. Umumnya, kemungkinan paling kuat adalah runyamnya pikiran dan perasaan sang pemimpin.

Saya yakin, kita semua pernah mengalami keadaan yang tidak menyenangkan ketika masalah rumah tangga sang pemimpin memengaruhi kinerja sehari-hari anak buah. la menularkan apa yang ia rasakan ke dalam benak anak buahnya. Menjadi sangat berbahaya jika kita bekerja pada sektor yang berkaitan dengan kehidupan orang banyak dan memiliki pemimpin dengan daya tular luar biasa.

Tidak itu saja. Ketidakjujuran dan kepura-puraan pemimpin juga dapat membuat limbic loop terbuka dan melepaskan sekian banyak pengaruh kepada keadaan sekeliling. Sebagai anak buah atau bawahan, Anda pasti bisa merasakan bagaimana bos atau pemimpin Anda berpura-pura dan bersikap hipokrit (munafik) terhadap Anda. Wajah dan penampilan si bos mungkin saja tampak ramah, karena disetel sedemikian rupa (apalagi untuk memperlihatkan kepada orang lain bahwa dia termasuk jujur, ramah, dan baik hati), tetapi limbic loop-nya tidak bisa diatur untuk memanipulasi ketidakjujuran menjadi kejujuran.

Menjadi berbahaya jika lembaga pendidikan dan lembaga agama memiliki tokoh dan pemimpin yang tidak jujur. Mereka mungkin saja cerdas, memiliki IQ yang tinggi dan kemampuan analisis yang mengagumkan. Mereka bisa mengerjakan hal-hal tertentu yang sulit dilakukan orang lain, bahkan bisa memobilisasi banyak orang untuk melakukan banyak hal. Namun, jika mereka tidak jujur dan hidup dengan kepura-puraan, lembaga-lembaga dalam waktu yang tidak terlalu lama akan masuk ke dalam jurang kehancuran. Orang-orang seperti ini memberikan kemajuan dan kelebihan dalam waktu singkat saja.

Sebab, setelah itu, mereka akan menjadi virus perusak yang sangat parah.Limbic loop mereka akan menularkan ketidakjujuran itu kepada bawahan dan anak buah. Hasilnya, lembaga Anda diisi oleh pikiran-pikiran rusak. Artinya, lembaga itu menjadi lembaga yang hidup dalam ketidakjujuran.

Dalam waktu tidak lama, lembaga itu akan hancur (dari dalam) sekalipun tampak (dari luar) adanya kemajuan. Katakanlah, gedung-gedungnya mewah, lulusannya makin banyak (kalau lembaga pendidikan), simbol-simbol agama yang makin mentereng (kalau itu lembaga agama). Walhasil, lembaga yang dibangun oleh kepura-puraan dan ketidakjujuran para pemimpinnya akan menjadi pabrik yang menghasilkan manusia-manusia perusak. Mari kita sadari sejenak bahwa perusak-perusak tatanan lebih mungkin dihasilkan oleh lembaga resmi yang mendidik orang secara sistematis untuk hidup dalam kepura-puraan.

Limbic loop ini adalah komponen otakyang sengaja diadakan untuk tidak membolehkan seseorang berlaku tidak jujur dan berpura-pura. Marilah kita coba untuk menjadi jujur dalam hal apa saja, sekalipun kejujuran itu mungkin menyakitkan pada beberapa orang. Hilangkan perilaku pura-pura, karena bagaimanapun kita tidak bisa hidup dalam kepura-puraan. Tuturan, gaya berjalan, gaya duduk, wajah, dan penampilan lahiriah kita boleh jadi tampak ramah. Banyak orang mengatakan pada saya bahwa sungguh tidak enak berlaku tidak jujur, berpura-pura dan berbohong. Sebab, kita dipaksa untuk menemukan cara-cara baru lagi dalam berbohong demi menutupi kebohongan dan ketidakjujuran yang pernah diperbuat.

Tatkala duduk santai di Tanah Lot Bali menanti matahari terbenam, saya merasakan dengan sangat jelas bagaimana limbic loop saya merespons semua yang terjadi di sekitar saya. Pikiran saya terkondisikan dan perasaan saya turut terpesona. Saya berusaha melihat sesuatu dengan sudut pandang lain. *

Sumber: Brain Management for Self Improvement karya Dr. dr. Taufiq Pasiak, Mizan, 2007.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar