Peta Jalan Wajib Pendidikan Anak Usia Dini Disiapkan

JAKARTA, KOMPAS — Peta jalan atau road map untuk menerapkan wajib pendidikan anak usia dini 1 tahun pra-sekolah dasar sedang disiapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pelaksanaannya secara bertahap, tergantung kesiapan pemerintah daerah.

Ella Yulaelawati, Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), di Jakarta, Senin (18/7), mengatakan, kelak anak usia dini setidaknya wajib mengikuti satu tahun PAUD sebelum masuk SD. Dengan akses pada PAUD yang didukung pemerintah daerah dan pemerintah pusat dengan menguatkan PAUD berbasis masyarakat, anak usia dini di Indonesia bisa mengenyam PAUD. Ini sejalan dengan salah satu poin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada 2030.

"Pelaksanaannya bertahap, kami tawarkan ke daerah yang siap. Nanti ada pembagian porsi anggaran dari pemerintah pusat dan daerah. Intinya, untuk mewujudkan PAUD holistik dan integratif yang bermutu," tutur Ella.

Menurut Ella, mulai tahun ini, ada tiga pemda yang sudah mendeklarasikan wajib PAUD satu tahun pra-SD, yakni Kota Bandung (Jawa Barat), Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Trenggalek (Jawa Timur). Ada dua lagi kota/kabupaten yang siap mendeklarasikan.

Dukungan penguatan PAUD bermutu di Indonesia juga datang dari kalangan internasional. Pada Senin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan bersama Perdana Menteri Selandia Baru John Key meresmikan program PAUD di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan percontohan kerja sama Pemerintah RI, Pemerintah Selandia Baru, dan Unicef. Peresmian program PAUD ini juga dihadiri Bupati Kupang Ayub Titu Eki.

Selandia Baru melalui Unicef memberikan dana bagi 100 PAUD di Kabupaten Kupang yang akan dijadikan model layanan profesional PAUD berbasis komunitas desa pinggiran. Program ini sejalan dengan prioritas bantuan Pemerintah Selandia Baru pada peningkatan mutu pendidikan di Indonesia bagian timur.

Anies mengatakan, semua pihak menyadari, PAUD yang holistik dan integratif adalah investasi pembangunan manusia yang secara manusiawi turut mengentaskan orang dari kemiskinan, mewujudkan kesehatan, kesejahteraan, dan meningkatkan martabat anak Indonesia. PAUD bermutu harus dapat dirasakan anak usia dini di negeri ini.

Program PAUD di Kabupaten Kupang ini akan mengasuh anak dalam upaya menggali potensi mereka dengan menggunakan pendekatan belajar berbasis bermain. Program juga diharapkan memenuhi berbagai layanan terkait, termasuk pendidikan orangtua tentang pengasuhan anak yang baik, layanan kesehatan, layanan air dan sanitasi, serta layanan perlindungan anak. Lebih dari 7.400 anak dan orangtua, 200 fasilitator, dan 1.000 guru PAUD akan menerima manfaat langsung dari percontohan ini.

Gunilla Olsson, Perwakilan Unicef Indonesia, mengatakan, pengembangan anak usia dini merupakan fondasi pembangunan yang berkelanjutan dan merata. Unicef mengembangkan sebuah sistem holistik yang mendukung anak-anak mendapatkan akses layanan mendasar ini.

Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Harris Iskandar menambahkan, saat ini angka partisipasi kasar PAUD telah menunjukkan persentase yang cukup baik, yaitu 70,06 persen. Kemdikbud sejak tahun lalu menginisiasi 1.000 PAUD baru di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal, termasuk NTT. (ELN/*)

Dikutip dari Harian Kompas

 

Penulis : Dikutip dari Harian Kompas
Kurator : -

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar