Kenapa Orang Tua Cenderung Laporkan Guru ke Polisi?

IKUN ESODE- Kasus dalam dunia pendidikan yang sedang ramai yaitu kasus pelaporan orangtua ke polisi ataupun sebaliknya. Rata-rata motifnya karena pihak orangtua tidak terima atas perlakuan guru ke anak. Kasus pelaporan guru ke polisi karena tidak terbangunnya pemahaman tentang pola dan cara mendidik antara orangtua dengan pihak guru.

Pengetahuan, pengalaman, pola asuh, budaya dan lingkungan tempat tinggal berpengaruh besar pada cara berpikir dan bertindak seseorang, termasuk cara mendidik. Tidak jarang perlakuan yang diniatkan untuk mendidik dapat dipandang sebagai bentuk kekerasan oleh pihak lain. Dalam kondisi emosi dapat berlanjut menjadi kasus pidana dengan melibatkan penegak hukum.

Apabila fenomena ini mulai merebak, berarti ada yang salah dalam proses pendidikan. Proses pendidikan bukan hanya melibatkan guru dan murid di sekolah atau orangtua dan anak di rumah dalam dua lingkungan yang terpisah, tetapi melibatkan guru, anak, dan orangtua di sekolah dan rumah dalam satu lingkungan yang saling terkait dan terhubung.

Menyambungkan lingkungan rumah dan sekolah, berarti membangun kepahaman mendidik anak oleh guru dan orang tua secara konsisten baik di lingkungan sekolah maupun rumah agar terbangun karakter, budi pekerti, pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diaharapkan. Untuk kepentingan itulah program parenting sangat diperlukan.

Di lembaga PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) program parenting sudah sering dilakukan dengan intensitas yang berbeda beda, ada yang tiga bulan sekali, satu bulan sekali dan minimal enam bulan sekali. Bentuk kegiatannya pun bermacam-macam, ada komunitas baca, pembuatan APE (Alat Permainan Edukatif), konsultasi, obrolan bareng dan lainnya.

Untuk tingkat sekolah Dasr sampai menengah atas masih jarang parenting dilakukan, bahkan hampir tidak ada. Ada pertemuan ketika menjelang pertengahan semester, satu semester dan akhir tahun. Dimana pertemuan rutin tersebut hanya membahas terkait keuangan. Terkaang pihak sekolah sudah menentukan jumlah biayanya tanpa ada musyawarah bersama.

Banyak orangtua yang ketakutan ketika mendengar kata “besok ada rapat” karena persepsi orangtua selama ini dibangun dengan ‘rapat adalah penagihan hutang’. Kata ‘rapat’ terkesan formal, mungkin bisa diganti dengan musyawarah atau lainnya.

Salah satu PAUD di Magelang, PAUD Pandan Wangi, menerapkan program parenting dengan temu bareng: membahaskeluh kesah orangtua, pemahaman cara mendidik yang benar, merancang program, mancing bersama, dan Jumat bersih: orangtua datang ke sekolah kerja bakti membersihkan dan memperindah sekolah dilanjutkan dengan istirahat (minum dan makan snack) dan pengetahuan barutentang mendidik anak usia dini.

Efeknya, pihak sekolah dan orangtua sangat akrab. Dan tentu akan mempermudah pihak sekolah. Misalnya, ketika acara kelulusan yang mengelola orang tua/wali murid, study tour/piknik pun dikelola wali murid.

Jadi parenting baik untuk pihak sekolah maupun orantua sehingga tidak akan ada lagi kasus pelaporan guru oleh orangtua atau sebaliknya. Mari tingkatkan intensitas parenting.

Sumber: IKUNESODE

Penulis : Ikun Esode

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar